BKI IAIN PAREPARE — Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "BKI Goes to School" di tiga pondok pesantren di Kota Parepare, yaitu Pondok Pesantren Al Badar, Pondok Pesantren ZANU, dan Pondok Pesantren Lil Banat.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 September 2026, dengan mengusung tema layanan bimbingan karir bagi santri dan santriwati.
Kegiatan yang diketuai oleh dosen BKI, Ulfa, M.Pd., ini menghadirkan sejumlah dosen Program Studi BKI sebagai narasumber dan pendamping, yaitu Dr. Adnan Achiruddin, M.Si., Emilia Mustary, M.Psi., Psikolog, Nur Afiah, S.Psi., M.A., Astinah, M.Psi., Psikolog, Nurul Fajriani, S.Psi., M.Si., dan Rini Syamsul, S.Sos., M.Sos. Selain para dosen, kegiatan ini juga melibatkan unsur mahasiswa, yakni Ketua HMPS BKI, M. Alfatir, bersama mahasiswa BKI Azka Umaima, Ummi Kalsum, dan M. Alim Perdana yang berperan sebagai fasilitator dan pendamping peserta selama kegiatan berlangsung.

Ulfa, M.Pd. selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan layanan bimbingan karir kepada santri yang berada pada fase penting pengambilan keputusan, khususnya menjelang kelulusan. Banyak peserta didik yang masih bingung menentukan jurusan kuliah, bidang keterampilan, maupun arah karier yang ingin ditekuni, sehingga tidak sedikit yang akhirnya memilih hanya karena mengikuti teman, keinginan orang tua, atau tren yang sedang populer.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memperkenalkan pentingnya mengenali minat sebagai langkah awal dalam menentukan arah masa depan. Peserta diajak mengikuti tes minat menggunakan instrumen Rothwell-Miller Interest Blank (RMIB), sebuah tes psikologi standar yang dirancang untuk mengukur tingkat minat seseorang terhadap berbagai kelompok pekerjaan. Hasil tes tersebut kemudian dijelaskan melalui pengenalan dua belas tipe minat, mulai dari outdoor, mechanical, computational, scientific, personal contact, aesthetic, literary, musical, social service, clerical, practical, hingga medical.
Kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan tes semata. Selain memberikan pemetaan minat, tim pengabdian juga melaksanakan bimbingan karier berdasarkan hasil tes yang telah diperoleh setiap peserta. Hasil pemetaan minat dibacakan dan dijelaskan maknanya kepada santri, kemudian ditindaklanjuti dengan pendampingan mengenai pilihan jurusan kuliah, bidang keterampilan, serta peluang karier yang relevan dengan profil minat masing-masing. Dalam sesi ini, santri juga diberi ruang untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan dosen dan mahasiswa pendamping mengenai kebingungan yang mereka hadapi dalam menentukan arah setelah lulus.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan Program Studi Bimbingan Konseling Islam IAIN Parepare kepada santri dan pihak pesantren, sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara kampus dan pondok pesantren di Kota Parepare.
Kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi santri, di antaranya membantu mereka semakin mengenal diri sendiri, mengetahui aktivitas yang dinikmati, serta bidang yang ingin dipelajari lebih jauh. Pemahaman terhadap minat juga menjadi petunjuk awal dalam memilih jurusan kuliah, bidang keterampilan, atau pilihan karier yang ingin dieksplorasi, sehingga keputusan yang diambil lebih selaras dengan potensi diri.
Adanya bimbingan karier sebagai tindak lanjut hasil tes membuat manfaat kegiatan semakin terasa. Santri tidak hanya mengetahui gambaran minatnya, tetapi juga memperoleh penjelasan dan arahan konkret mengenai langkah yang dapat ditempuh untuk mengembangkan minat tersebut. Dengan demikian, hasil asesmen benar-benar dapat dipahami dan dimanfaatkan peserta, bukan sekadar menjadi data yang berhenti di atas kertas.
Dengan mengenali minat sejak dini, santri diharapkan lebih siap menyusun rencana masa depan, mulai dari mencari informasi, mengembangkan keterampilan, hingga mencoba pengalaman baru sejak masih di bangku pendidikan menengah. Sebagaimana ditegaskan dalam materi kegiatan, eksplorasi minat bukan untuk menentukan "kamu harus jadi apa", melainkan membantu peserta menemukan "ke arah mana kamu ingin berkembang".
Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan ini menjadi ruang praktik nyata dalam mengaplikasikan keilmuan bimbingan dan konseling, khususnya dalam pelaksanaan asesmen minat, pengolahan hasil, serta pendampingan bimbingan karier. Sementara bagi pihak pesantren, kegiatan ini menjadi dukungan tambahan dalam penyelenggaraan layanan bimbingan karir bagi santri.
Tim pelaksana berharap kegiatan BKI Goes to School dapat berlanjut secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pesantren serta sekolah di Kota Parepare dan sekitarnya. Program ini juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi program kemitraan jangka panjang, sehingga layanan bimbingan karir tidak berhenti pada satu kali pertemuan, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan tindak lanjut hasil asesmen secara berkala.

Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, yang secara konsisten dilaksanakan oleh Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare. Melalui kegiatan ini, Prodi BKI menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi nyata dalam penyiapan generasi muda yang mengenal potensi dirinya.
"Kenali minatmu, maksimalkan potensimu, dan pilih arah yang selaras dengan dirimu. Karena masa depan bukan tentang menjadi seperti orang lain, tetapi tentang menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri," demikian pesan penutup yang disampaikan oleh Ibu Emilia Mustary, M.Psi., Psikolog sebagai ketua tim pengabdian kepada para santri.