Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Search

Hikmah Dibalik Pandemi Covid-19

Wasliha Amir Mahasiswi Prodi BKI IAIN Parepare Pada saat ini, kita ketahui bersama bahwa seluruh penjuru dunia sedang diguncang ...


Wasliha Amir
Mahasiswi Prodi BKI IAIN Parepare

Pada saat ini, kita ketahui bersama bahwa seluruh penjuru dunia sedang diguncang oleh wabah yang menyerang sistem pernapasan manusia yaitu paruparu. Wabah atau virus tersebut yang sekarang lebih dikenal dengan nama Covid-19 yang merupakan singkatan dari Corona Virus Disease 2019 yang bermula dari  sebuah pasar di Wuhan, salah kota yang ada di China. Namun sekarang, telah menyebar ke berbagai penjuru dunia sehingga WHO atau World Healthy Organization (badan kesehatan dunia) menetapkan wabah ini sebagai pandemi yakni penyakit yang menyebar ke seluruh dunia.


Semenjak adanya wabah ini, semua negara melakukan Lockdowm di daerah masing-masing tak terkecuali Indonesia.  Namun, Indonesia tidak memakai kata Lockdown untuk menghimbau masyarakatnya agar tidak bepergian keluar atau masuk suatu wilayah. Pemerintah menggunakan sistem “Karantina Wilayah” yang dilakukan oleh beberapa daerah yang ada di Indonesia.  Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan  social distancing atau jaga jarak sosial. Dengan adanya himbauan ini, maka masyarakat diminta untuk belajar, bekerja dan beribadah dirumah guna menekan penyebaran covid-19 ini.


Kita sebagai umat muslim, harus meyakini bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan ujian dan cobaan dari Allah SWT. Artinya kita harus bersabar, terus berikhtiar dan terus berdoa agar selalu terlindungi dari berbagai macam penyakit dan bencana lainnya. Terutama berdoa untuk para Tim Medis yang telah meluangkan tenaga dan merelakan waktunya untuk berada di garda terdepan demi menyelamatkan orang-orang yang terinfeksi Covid-19 ini, serta para aparat yang melakukan pengamanan di berbagai wilayah guna menekan penyebaran Covid-19 ini.


Ditengah wabah Covid-19 ini kita bisa memperbanyak amal dan ibadah kepada Allah SWT. Seperti lebih banyak berdzikir dan punya banyak waktu untuk membaca Alquran apalagi banyaknya keutamaan jika kita mencintai Alquran.  Dengan adanya wabah ini, kita sebagai umat muslim menjadi kesempatan bagi kita untuk bisa lebih memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita sebagai umat muslim, juga harus meyakini bahwa disetiap sesuatu yang terjadi di dunia pasti hikmahnya.


Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, ada beberapa hikmah yang bisa kita petik. Seperti contohnya, sekarang kita sangat dianjurkan untuk selalu mencuci tangan guna mencegah penularan Covid-19. Seorang dokter speasialis penyakit dalam di Makassar bernama Dr.dr. Luthfi Parewangi SpPD, mengatakan bahwa “ Virus Corona dapat cepat hancur dengan air, apalagi kaum muslimin lima kali dalam sehari semalam berwudhu dengan  membersihkan mulut dan hidung”. Masya Allah, tentunya ini merupakan rahmat tersendiri bagi kita umat Islam. Bahkan penelitian menemukan bahwa wudhu dapat menjaga kesehatan.


Adapun  hadist Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa wudhu itu penting sebagai penyucian diri dan penanda umat Muslim.

“ Umatku akan tampil pada hati kiamat dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhunya” H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim.


Apalagi kita ketahui bersama sekarang sudah memasuki akhir zaman, dimana kita harus memperkokoh iman dan taqwa kita. Pandemi ini juga telah membuka mata kita bahwa Allah SWT tidak membeda-membedakan umatnya, yakni siapapun bisa terkena penyakit Covid-19 ini tidak mengenal usia, jabatan, tahta, jenis kelamin, suku, ataupun golongan. Hal ini menunjukkan bahwa kita semua ini sama di mata Allah SWT hanya amal perbuatan yang akan membedakan derajat manusia di akhirat kelak.


Pandemi ini juga mengajarkan kita bahwa indahnya berbagi kepada sesama. Karena ditengah masa social distancing ini tidak semua orang merasa baik jika hanya tetap tinggal di rumah saja. Ada sebagian golongan masyarakat yang hanya mendapatkan penghasilan perhari, sehingga apabila ia tidak bekerja maka ia dan keluarga tidak bisa makan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Disini, sebagai umat muslim yang bekecukupan hendaknya kita membantu sesama. Karena pada sebagian harta kita itu ada hak orang lain. Karena apa yang kita sedekahkan dan apa yang kita zakatkan itu adalah harta asli kita.


Itu baru sebagian kecil hikmah dari adanya pandemi Covid-19 ini, semoga dengan adanya pandemi ini, kita bisa belajar dan menyadari betapa banyak hal-hal serta hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian ini. Dan yang paling penting kita bisa memperbanyak amal serta bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Karena kita tidak hidup abadi di dunia ini, akan ada saatnya kita kembali mengadapnya. Kita berasal dari tanah, hidup di atas tanah, dan akan kembali ke tanah, apa yang kita bawa untuk menghadap-Nya bukanlah seberapa banyak  harta yang kita miliki, bukan seberapa cantik nan tampan diri kita, bukan seberapa banyak baju , seberapa perhiasan, seberapa banyak sepatu, seberapa banyak tas, seberapa besar rumah yang kita miliki, tapi tak lain dan tak bukan adalah amal yang telah kita perbuat selama kita hidup di dunia ini.


“Jangan terlalu khawatir berlebihan dan jangan pula terlalu cuek, mencoba untuk tetap tenang dan mengikuti semua arahan dari pemerintah adalah suatu hal yang patut dilakukan. Tetap jaga jarak dengan orang lain dan tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak atau penting. Amalkan pola hidup sehat dan yang paling terpenting lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, terus berdoa agar pandemi ini bisa cepat selesai dan kita sebagai umat muslim bisa menyambut bulan suci  Ramdhan “Uleng Mapaccinna Puang Allahu Ta’ala”.

 Dari Film “Cinta Laki-laki Biasa” saya mengutip satu kalimat “ Mencoba dan terus berusaha tetap lebih baik, perkuat harapan dengan doa-doa, Insya Allah kita bisa”.Dan ada satu kalimat yang sejak dulu diajarkan dan diteguhkan oleh Ibuku tercinta kepada kami anak-anaknya dalam kalimat Bugis “Pura Toto’ku, Pura Warekke’-ku De’Wedding Ulesangi, Ulle Teng-Ulle ku, Elo Teng Elo-ku, Elo-na Maneng Puang Allahu Ta’ala”. Artinya semua takdir yang kita jalani tidak bisa kita hindari itu adalah ketetapan Allah SWT, kita tidak memiliki kemampuan apa-apa, semuanya adalah Kehendak Allah SWT. Artinya kita ini manusia hanyalah makhluk lemah, kita tempatnya salah dan dosa. Kita memang bisa merencanakan tetapi Allah SWT yang menentukan. Jadi tinggal tugas kita untuk selalu berikhtiar dan berdoa agar kita selamat di dunia maupun di akhirat. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya, Aamiin Ya Rabbal Aalamin.. "Jangan Lupa Bahagia" Seperti yang dikatakan Ketua Prodi BKI, Bapak Haramain.