Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Search

Dari Rumah, Kita Kuat: Prinsip Menyusun Materi Pembelajaran di Rumah (Bagian Kedua)

Adnan A. Saleh, M.Si Dosen Prodi BKI IAIN Parepare  Sebagai lanjutan dari tulisan pertama, tulisan bagian kedua ini akan menyaji...

Adnan A. Saleh, M.Si
Dosen Prodi BKI IAIN Parepare 

Sebagai lanjutan dari tulisan pertama, tulisan bagian kedua ini akan menyajikan prinsip menyusun materi pembelajaran di rumah kita masing-masing. Kita bisa kelompokkan ke dalam dua bagian yaitu materi sekolah dan non-sekolah.

1. Materi sekolah bisa dipahami bahwa materi yang didapatkan oleh anak kita di sekolah sesuai dengan kurikulum nasional. Olehnya itu, orang tua sebaiknya mengecek materi pembelajaran anak dari sekolah sudah sampai mana. Orang tua perlu memeriksa materi belajar, Lembar Kerja Siswa dan Pekerjaan Rumah anak-anak di sekolah, dari situlah orang tua akan tahu apa yang harus dikuatkan lagi, kemudian dijadikan bagian dari diskusi (Tanya jawab). Selain itu, Bapak/Ibu bisa mendownload materi tambahan online agar bisa memperkaya materi belajar baik orang tua maupun anak. Berikut ini bagian dari usaha pengayaan materi bagi orang tua dengan melihat beragam sumber belajar online yang tersedia: Rumah belajar : https://belajar.kemdikbud.go.id, Google G Suites for Education : https://blog.google/outreach-initiatives/education/offline.access-covid19, Kelas Pintar : https://kelaspintar.id Quipper School : https://quipper.com/id/school/teachers Sekolahmu : https://sekolah.mu/tanpabatas Zenius : https://zenius.net/belajar-mandiri 

2. Bapak/Ibu bisa membuat suasana seperti di sekolah termasuk kondisi ruang belajar. Orang tua bisa menyiapkan meja tulis dan alat tulis. Menyiapkan ruang seperti di sekolah akan penting agar anak-anak terkesan tidak menyepelekan dalam belajar. Selain tata ruangannya, proses belajar juga diusahakan bisa dikondisikan seperti terdapat simulasi tugas sehingga anak kita akan aktif menjawab soal-soal, mengerjakan lembar kerja siswa, memberi kesempatan berpendapat, menyelesaikan petunjuk dari orang tua, memperagakan sesuai materi belajar, dan sebagainya. Pemberian tugas juga sekaligus akan membantu orang tua tetap menyelesaikan tugas kantor atau mengajar secara daring bagi pendidik (dosen). Orang tua bisa bekerja sambil menunggu dan memperhatikan anak-anak menyelesaikan tugas soal yang diberikan.

3. Pastikan proses membersamai anak ini dengan memperhatikan diskusi atau Tanya jawab agar bimbingan yang orang tua berikan bisa lebih efektif. Diskusi sebagai bukti bahwa orang tua “berada/bersama” anak. Kontak mata terhadap anak harus menjadi konsen bagi orang tua saat sesi ini agar anak merasa tidak disepelekan atau diacuhkan.
Berdiskusi bisa dilakukan dengan menanyakan apa yang telah dipahami oleh anak trehadap materi sehingga akan mengasah kemampuan berlogika anak. Selain itu, ajak atau pancing anak agar dapat memberi pertanyaan atau pendapat tentang materi belajar sehingga akan mengasah keingintahuan anak dan kemampuan berkomunikasi karena telah menyampaikan pendapat menggunakan bahasa sendiri.

4. Materi non-sekolah adalah pengayaan materi dari orang tua sendiri atau bukan materi-materi pelajaran sekolah. Kreativitas dan kesediaan orang tua tentu akan membantu sangat membantu. Materi non-sekolah ini bisa saja berupa permainan yang menghibur dan bermakna, praktik budi pekerti luhur, pendidikan agama, dan sebagainya.

Hal mendasar yang bisa dilakukan orang tua adalah sampaikan apa manfaatnya bagiku atau sering disebut AMBAK. Penting bagi orang tua menyampaikan dengan terbuka dan jujur apa manfaat dan tujuan pembelajaran non-sekolah dilakukan, misalnya saja saat orang tua mengajak anak membaca cerita kisah Nabi dan Rasul, sampaikan bahwa anak akan makin disayang oleh Allah, saat Bapak/Ibu menyapu, sampaikan bahwa anak akan lebih segar karena bernafas bebas dari kotoran, saat ibu mengupas bawang, sampaikan bahwa anak akan berlatih menggerakkan jari-jari tangan, media film singkat, sampaikan nilai kebaikan yang ada didalamnya, dan sebagainya.

Bagai Bapak/Ibu yang telah terbiasa mendampingi anak belajar di rumah tentu mampu menjelaskan hal—hal tersebut dengan baik. Namun, tentu akan berbeda bagi Ayah/Bunda yang selama ini belum terbiasa membersamai anak belajar akan mengalami sedikit kesulitan. Mulailah memperbaiki mindset dan keyakinan kita bahwa membersamai anak adalah momen yang tidak akan pernah terulang lagi seumur hidup. Kemelekatan dengan anak akan didapatkan dengan membersamai anak dengan bersungguh-sungguh. Percaya diri dan kemauan menyiapkan waktu adalah dua keterampilan yang harus kita mulai miliki.
Pada bagian kedua dari tulisan ini, kami akan menyampaikan praktik menyusun materi pembelajaran di rumah.

Wassalam
Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar