Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Search

Virus yang menyebabkan penyakit hati

Muhammad Haramain, M.Sos.I. Kaprodi Bimbingan Konseling Islam IAIN Parepare Bila kau perhatikan kelakuan manusia, kau akan temukan oran...

Muhammad Haramain, M.Sos.I.
Kaprodi Bimbingan Konseling Islam IAIN Parepare

Bila kau perhatikan kelakuan manusia, kau akan temukan orang yang banyak keburukannya adalah dia yang paling bersemangat menjelek-jelekkan orang lain. (al-Jahizh)


Ketika hati seseorang terjangkit virus penyakit hati, maka sangat mudah untuk diketahui gejalanya, yaitu akan terwujud pada perkataan dan perbuatan.

Perkataan yang kasar, kerap menyinggung orang lain, memfitnah, menggosip, mencaci maki, dalam bahasanya mengandung kata-kata yang menggambarkan dirinya lebih dari orang lain dan sebagainya. Adapun dalam perilakunya, senantiasa mengganggu dan mengusik ketenangan orang lain, mengambil hak orang lain yang tidak seharusnya ia ambil, dan sebagainya.

Untuk menghindarkan diri dari hal-hal tersebut, maka kita harus menjaga sebaik-baiknya hati, agar tidak terkontaminasi oleh virus penyakit hati, seperti dengki, iri hati, riya, sombong, dan sebagainya. Virus-virus ini sangat berbahaya, yang dapat membuat manusia tidak bisa tenang hidupnya.

Penyakit hati inilah yang mengantarkan seseorang untuk selalu melakukan pelanggaran dan kemaksiatan kepada Allah Swt. Pada ujungnya dapat membuat hati dipenuhi dengan noda-noda hitam yang menutupinya dari pancaran cahaya ilahi. Dampak kronisnya adalah manusia akan sering lalai untuk berbuat kebaikan karena hatinya penuh diliputi oleh dosa. Rasulullah telah menggambarkan kondisi hati tersebut dalam hadis yang diceritakan oleh Abu Hurairah ra.:


Sesungguhnya seorang mukmin, jika berbuat dosa, maka terbentuklah satu titik noda hitam di hatinya. Jika ia bertobat dan memohon ampunan Allah, maka hilanglah noda itu. Dan jika bertambah dosanya, noda-noda itu bertumpuk hingga memenuhi rongga hatinya. Sebagaimana tertutupnya hati manusia sebagaimana diperingatkan Allah dalam al-Qur’an, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka” [al-Muthaffifin/83: 14].

Para pembaca yang budiman. 

Mari kita senantiasa menjaga hati kita. Mari kita berusaha untuk tidak gemar menyinggung orang lain dan jangan pula mudah tersinggung. Tidak mudah memaki dan menghina orang lain, agar orang lain juga berbuat yang sama. Dengan demikian, jika seseorang sudah bisa menjadikan hatinya sebagai pemandu dalam berucap dan perilakunya, maka hidupnya akan damai dan tenang.

Pada dasarnya, hati manusia itu jernih dan bersih. Namun terkadang manusia tidak tanggap dan lalai memperhatikan peringatan akan kebenaran yang muncul dari dalam hatinya. Nurani atau pancaran Ilahi dalam hatinya akan sulit untuk diakses, jika tak kunjung untuk dibersihkan. Untuk mengobati dan mencegah penyakit hati yang sudah terlanjur terkena virus penyakit hati, maka para Ulama mengajarkan kita agar senatiasa memperbanyak istighfar (memohon ampunan), memperbanyak berzikir serta bersyukur atas nikmat Allah swt.

Subhanakkallah wa bihamdika, asyhadu ‘an laa ilaaha illa anta, astagfiruka wa atuubu ilayka.

Kolom Mimbar Jumat Parepos 06/03_2020