Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Search

Masa Sosial Distancing Menjadi Lebih Produktif

Nahdiah Nurul Falaq Mahasiswi Prodi BKI IAIN Parepare Semenjak virus corona COVID-19 menyebar hampir diseluruh penjuru Indonesia, pre...

Nahdiah Nurul Falaq
Mahasiswi Prodi BKI IAIN Parepare


Semenjak virus corona COVID-19 menyebar hampir diseluruh penjuru Indonesia, presiden Joko Widodo menghimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah demi menekan penyebaran virus  corona COVID-19. Seperti kegiatan belajar, bekerja, dan beribadah baiknya dilakukan di rumah.

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus ini adalah karantina. Spesialis penyakit menular Steven Gordon, MD dari Cleveland Clinic menjelaskan ada beberapa cara untuk menjauhkan diri dari penyakit. Sosial distance atau sosial distancing merupakan salah satunya. Sosial distance atau sosial distancing merupakan masyarakat diminta untuk menghindari hadir dipertemuan besar atapun kerumunan orang dan menjaga jarak dengan orang lain sekitar 6 kaki (2 meter).

Adanya himbauan dari pemerintah untuk sosial distancing maka IAIN Parepare khususnya menggantikan kuliah menjadi kuliah yang berbasis internet atau kuliah online. Banyak dari teman-teman selama perkuliahan online mengeluh bosan ataupun stress selama berada dirumah. Karena setelah kuliah selesai kebanyakan dari mereka hanya rebahan dan bermain Hp saja.

Ada beberapa tips untuk masa sosial distancing menjadi lebih produktif yaitu:

1. Terlebih dahulu dimulai dengan niat.
“innamal a’maalu bin niyyah” yang artinya sesungguhkan amal itu tergantung dengan niat. Perbaiki niat kita sebelum melakukan sesuatu. Niatkan karena Allah Ta’ala supaya apa yang kita lakukan menjadi berkah.

2.Membuat planning atau perencanaan kegiatan.
Kegiatan apa yang akan dikerjakan hari ini, besok, lusa, minggu depan dan seterusnya. Bentuk planningnya bisa kreasikan seperti menulisnya di kertas berwarna warni ataupun menuliskan di kalender.

3. Pisahkan kegiatan prioritas dengan non prioritas.
Contoh kegiatan prioritas adalah kuliah online dan kegiatan non prioritas atau kegiatan yang akan dilakukan ketika waktu senggah seperti membaca novel.

4. Pilihlah kegiatan yang bermanfaat yang akan dilakukan.
Kegiatannya bisa untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. Misalnya mempunyai hobi untuk mendandani atau mampu berdandan maka bisa dikembangkan. Ataupun memiliki hobi menulis bisa membuat artikel dan di posting di media sosial dari pada mempostig status tidak jelas di media sosial.

5. Jangan menunda.

Lakukan kegiatan yang telah diplannningkan dan tidak menundanya. Misalkan ketika adzan dimukandangkan bergesas untuk shalat. Setelah shalat lanjutkan kembali kegiatan. Jangan sampai selalu mengingat dunia dan melupakan akhirat. Ketika ada tugas dari dosen segera kerjakan jangan tunggu tugasnya deadline baru dikerjakan. Akan berdampak menjadi stress. Jadi biasakan tugasnya dikerjakan sesegera mungkin. Seperti halnya pakaian kotor ketika di tunda-tunda untuk mencuci maka akan semakin banyak dan akhirnya adalah kewalahan untuk mencuci yang akhirnya membuat stress.

6. Jangan malas.
Hal yang harus pertama kali kita hilangkan untuk lebih produktif saat berada dirumah adalah jangan malas. Memang berat di awal tetapi ketika rutin kita mengerjakannya maka akan mudah untuk seterusnya. Mindset diri sendiri bahwa saya bisa melakukannya. Dan setelah melakukan hal yang rumit ataupun berat dilakukan dan berhasil di kerjakan beri reward untuk diri sendiri seperti pujian ataupun hal yang membuat bahagia. Kunci agar malas hilang adalah rutin. Ala bisa karna biasa.

7. Istirahat yang cukup.
Setelah kuliah online yang menjadi rutinitas boleh kita yang cukup menguras pikiran maka baikya istirahat. Jangan tertalu dipaksakan ketika kondisi sudah tidak memungkinkan. Istirahat bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Kebanyakan dari kita menggunakan waktu istirahat dengan rebahan ataupun main hp atau bahkan hanya digunakan untuk melamun dan akhirnya waktu berlalu begitu saja.

Maka waktu istirahat bisa dimanfaat membuat sesuatu yang kreatif contohnya membuat resep makan sesuai dengan isi kulkas yang ada. Ataupun sambil rebahan buka youtube menonton ceramah Ustads Abdul Somad. Supaya menjadi rebahan yang berkah. Atau memilih istirahat dengan membalas Whatsapp teman ataupu keluarga cobalah untuk mengikuti kajian online. Sebab sudah banyak organisasi rutin melakukan kajian online dan itu di buka untuk umum dan gratis.

8. Tidak mengeluh.
Usahakan tidak mengeluh sebab mengeluh akan membuatnya semakin berat. Misalkan saja mengerjakan tugas yang diberikan dosen jangan mengeluh dan kerjakan dengan senyuman walaupun itu berat. Ketika kegiatan yang dilakukan mulai terasa berat maka segera berwudhu dan berdoa kepada Allah supaya diberikan kemudahan dalam melakukannya.

9. Tetap berfikir positif untuk menjaga mental tetap sehat.

Berpikir positif  adalah salah satu cara untuk menjaga agar mental tetap sehat dan terhindar dari stress. Selalu berprasangka baik (husnudzon) kepada Allah, manusia ataupun alam. Ini cara agar kita dapat semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dan ini adalah satu jawaban dari doa yang selalu diucapkan oleh mahasiswa(i) yang tidak mandi agar tidak lambat masuk kelas. maka mahasiswa(i) dapat mandi sebelum kelas dimulai.

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

TIDAK ADA MAKSUD UNTUK MENGGURUI HANYA SEKEDAR INGIN BERBAGI.

SEBAIK BAIKNYA MANUSIA ADALAH MANUSIA YANG BERMANFAAT BAGI MANUSIA (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daraqutni. Hadist ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no. 3289).