Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Search

Emansipasi Wanita "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Raden Adjeng Kartini Pelopor kebangkitan perempuan pribumi Perlu diketahui bahwa emansipasi wanita sudah muncul pada zaman Rasulullah ...

Raden Adjeng Kartini
Pelopor kebangkitan perempuan pribumi


Perlu diketahui bahwa emansipasi wanita sudah muncul pada zaman Rasulullah Saw, dimana pada saat itu istri Rasulullah yaitu Siti Aisyah yang berperan dalam memajukan hak-hak untuk kaum Hawa (wanita). Pada abad-19, muncullah emansipasi wanita dari pribumi, yaitu Raden Adjeng Kartini (R.A Kartini). Saat itu R.A Kartini membuat catatan-catatan kecil hasil bacaannya dari majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie.  R.A Kartini tidak hanya berfokus pada emansipasi wanita, tetapi juga kepada masalah sosial umum.

 Setelah munculnya nama R.A Kartini, emansipasi wanita mulai terlihat baik itu dari segi sosial, hukum, dan lainnya.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Emansipasi merupakan pembebasan dari perbudakan atau persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti hak kaum wanita dengan kaum pria. Emansipasi wanita adalah adanya kesetaraan hak antara pria dan wanita.

Sebelum adanya emansipasi wanita, hanya seorang laki-laki yang dapat dikatakan pemimpin. Bukannya wanita ingin dikatakan pemimpin tapi dari segi pemahamannya, bahwasannya pemimpin itu adalah dia yang mempunyai kekuasaan dalam hal apapun jadi pada saat itu kaum wanita tidak bisa mempunyai hak baik itu hak sosial, hak hukum, hak pembebasan, dan lain-lain. Dengan munculnya emansipasi wanita ini, kaum wanita mempunyai kebebasan dalam hal apapun. Wanita tidak lagi di cap sebagai hanya ibu rumah tangga saja, melainkan wanita juga bisa menjadi pemimpin.

Bicara soal pemimpin wanita, Megawati Soekarno Putri adalah perempuan pertama yang menjadi Presiden di Indonesia yaitu Presiden Ke-5. Ibu Megawati adalah Presiden Indonesia yang menjabat sejak 23 Juli 2001 sampai dengan 20 Oktober 2004. Ibu Megawati merupakan anak kedua dari Presiden pertama Indonesia yaitu Bapak Soekarno, yang telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Di zaman sekarang, masih ada saja laki-laki yang menyakiti perempuan, seperti salah satu contoh dalam rumah tangga yaitu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang rata-rata dilakukan oleh seorang laki-laki. Disitulah biasanya perempuan merasa haknya tidak dihargai. Salah satu penyebab adanya KDRT adalah dimana seorang perempuan tidak bisa memenuhi permintaan seorang laki-laki (suaminya), memang ada dalam HR. An-nasai no.3231 dan Ahmad 2: 251, . Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci”.

Namun, dijelaskan juga bahwasannya ketaatan istri kepada suaminya tidaklah mutlak, ketika seorang istri diperintah oleh suami untuk tidak berhijab, berdandan yang menor, dan meninggalkan shalat lima waktu. Seperti yang dijelaskan dalam HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 1840, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan)."

Oleh karena itu, wanita tidak bisa dikekang, wanita tidak bisa diperintah dengan perintah yang menyimpang dari syariat agama. Wanita hanya ingin dimengerti, wanita hanya ingin mendapatkan hak yang pantas dia dapatkan. Janganlah menyakiti wanita karena bukankah wanita merupakan tulang rusukmu? Penyempurna dari ibadahmu?

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Arab-Latin: wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja'ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

Terjemah Arti:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" — Quran Surat Ar-Rum Ayat 21

Selamat Hari Kartini, 21 April 2020

Penulis: Inda Melani Djunaedi
Prodi: BKI