Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Search

Stres Kuliah Online? Coping Stress Solusinya..

Hamzah Mahasiswa Prodi BKI IAIN Parepare Stress kuliah online? Jangan khawatir lawan aja stresmu dengan  menggunakan Teknik C...


Hamzah
Mahasiswa Prodi BKI IAIN Parepare

Stress kuliah online? Jangan khawatir lawan aja stresmu dengan  menggunakan Teknik Coping stres.

Covid19 membuatku kuliah online. Beberapa pekan ini kuliah online dilakukan oleh kampus  yang  ada di Indonesia, termasuk di Institut Agama Islam Negeri Parepare. Namun, ternyata kuliah online itu tidak semudah yang kita bayangkan, dikerenakan keterbatasan pengetahuan tentang sistem tersebut, juga keterbatasan kuota, keterbatasan jaringan, dll.  Hal inilah membuat para mahasiswa(i) merasa tidak nyaman, gelisah, galau, merana (GEGANA) Tak jarang mahasiswa mengeluhkan pula tugas yang diberikan oleh dosennya.

Perkuliahan online memang sulit dan ribet, dikarenakan beberapa hal. Namun, jika tidak dikakukan kuliah online maka kita akan ketinggalan banyak ilmu. Maka kuliah online inilah yang menggantikan perkuliahan di kelas, tapi lagi-lagi hal ini baru dan membuat para mahasiswa(i) merasa cemas bahkan mengalami stres, tetapi jalan satu-satunya untuk menghindari kerumunan dan mengurangi penularan covid19 yaitu kuliah online, dan stay home.

Stres adalah suatau respon bardasarkan keadaan atau kejadian yang dialami individu yang memicu terjadinya stres. Namun demikian, juga menggangu seorang individu untuk menanganinya. Lovallo dalam (Cantika Yanier Pasudewi 2013), berpendapat bahwa kondisi stres memliki dua komponen yaitu fisiologis melibatkan perubahan fisik, dan sosiologis, dan melibatkan bagaimana individu dalam menjalani kehidupan. Lebih lanjut stres merupakan pengalaman subjektif, sehingga setiap individu memiliki sebuah respon yang berbeda terhadap stres itu sendiri, stres berdapak secara fisik dan juga subjektif dan biasanya disertakan oleh ketagangan emosi dan juga ketegangan fisik.

Stres inilah yang banyak terjadi pada mahasiswa, kerena tuntutan dari pada tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, tidak menutup kemungkinan bahwa dari beberapa mahasiswa ada yang mampu menjalani tuntutan tugas-tugas mereka, begitupun sebaliknya banayak yang tidak sanggup untuk menghadapinya disebabkan karena, pertahanan diri mereka berbeda biasa saja ada yang mampu akan hal tugas-tugas begitu banyak dan ada yang tidak mampu. Nah inilah yang kriteria yang tidak mampu untuk menghadapi tuntutan itu maka akan mengalami stres, bahkan depresi besar.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa begitu banyak mahasiswa yang mengalami coping stres yang memeiliki coping rendah cenderung menggunkan strategi problem focused coping. Sebaliknya mahasisiwa  yang memiliki coping tinggi akan cenderung menggunakan strategi emosion focused coping. Selye menggambarkan fase dalam reaksi fsiologis yang merupakan dari respon tubuh manusia terhadap stretol eksternal, yaitu fase alarm pada saat organisme saat organisme tubuh yang dikerahkan pada saat mendapat ancamqan. Fase penolakan yaitu organisme berupaya untuk menolak an mengatasi dan menguras energi.

Teknik Coping Stres 

Coping adalah prilaku yang terlihat atau tersembunyi yang biasa dilakukan seseorang untuk menghilangkan ketegangan psikologi dalam kondisi yang penuh stres. Coping adalah usaha mengurangi atau menetralisasi stres yang terjadi pada seorang individu. Lebih lanjut Haber dab Runyon ( dalam ), adalah semua bentuk prilaku dan pikiran negatif atau positif yang dapat mengurangi kondisi dan membebani individu agar tidak menimbulkan stres.

Coping stres adalah berbagai tingkah laku dari tindakan penanggulangan individu dalam melakukan intaraksi kepada lingkuganya dan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Nevin dalam (Juli Andriyani 2004). menyatakan bahwa, coping stres yaitu menghadapi permasalahan dan juga kemampuan individu menghadapi stres.  Lebih lanjut Menurut Tailor (dalam Smet, 1994) mengemukakan bahwa coping adalah suatau proses dimana individu mencoba untuk mengelola perbedaan tuntutan, baik itu tuntutan dari individu itu sendiri mupun yang berasal dari lingkungan,  
Lanjut Lazarus dan Folkman dalam (Juli Andriyani 2004) berpendapat bahwa, dari  jenis coping stres biasanya mulai dari strategi kognitif langsung juga mengambil tindakan dan memecahkan permasalahan. Mu’tadin mengemukakan bahwa situasi individu menundang situasi-situasi yang ditentukan oleh sumber daya yaitu fisik, keterampilan dalam memecahkan permasalahn dan juga dukungan sosial.
  
  Manfaat Coping Stres 
Manfaat coping stres adalah membantu individu untuk mengoptimalkan kemampuan dirinya dalam menghadapi permasalahannya dan juga mampu menjaga kestabilan emosi dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu semua yang dialami individu tidak menjadi beban yang menjadikan stres itu muncul.
Lebih lanjut, Lazarus dalam Cantika Yanier mengemukakan bahwa, coping stres berfokus pada penilaian, maka muncullah kepercayaan diri (Self Effica yang) yang sangat mampu menggenjot prestasi seorang mahasiswa.

Menjadi seorang mahasiswa tentunya mempunyai pertahanan diri yang kuat karena banyak hal yang membuat mahasiswa stres terutama dimasa sekarang ini, tentunya mental perlu ditambah lebih kuat lagi agar tidak mudah mengalami yang namanya stres. 
Namun bukan hanya pertahanan diri yang ditambah, pengalaman juga yang dialami mahasiswa harus menjadi pelajaran untuk membentuk pribadi yang lebih baik agar mudah dalam menghadapi semua permasalahan yang terjadi dalam diri pribadi.

`Untuk itu stres tidak boleh disepelehkan karena bisa mengakibatkan gangguan jiwa, namun jika mental seorang mahasiswa sudah terlatih maka tidak akan menimbulkan stres dalam hidupnya tetapi, akan menimbulkan kebahagiaan karena mendapat kesuksesan.

#DI Rumah aja dan jangan stres yah.!!